Sabtu, 20 Juli 2013

Seberapa Pentingkah IPK tinggi bagi Masa Depan Masasiswa?

Seberapa Pentingkah IPK tinggi bagi Masa Depan Mahasiwa?


Satu semester telah berlalu, tibalah mahasiswa untuk menempuh semester baru. Hasil jerih payah belajar mahasiswa selama satu semester diukur dengan IP dan IPK. Tidak sedikit mahasiswa yang beranggapa bahwa IP atau IPK tinggi itu penting bagi mereka, bahkan mereka terkadang menggunakan segala cara untuk mendapatkan IP atau IPK yang tinggi. Menurut mereka IP atau IPK tinggi itu dapat menentukan masa depan mereka nantinya.  Banyak sekali pertanyaan ketika kita berbicara tentang IP atau IPK, sebenarnya Seberapa Pentingkah IP ata IPK bagi Masa Depan Mahasiswa??
Dari pertanyaan tadi akan muncul banyak pertanyaan. Seberapa besar manfaat IPK tinggi bagi Mahasiswa? Apakah IPK tinggi itu penting bagi Mahasiswa? Apakah Tugas Mahasiswa hanya mengejar IPK?  Apakah IPK tinggi dapat menjamin masa depan mahasiswa? Apakah perusahaan mematok IPK tinggi sebagai syarat masuk diperusahaanya? Ada banyak manfaat ketika kita memiliki  IPK tinggi alias “cumlaude”. Diantaranya adalah bisa mendapatkan beasiswa entah dari Fakultas ataupun dari luar, membanggakan orangtua, terbebas dari ancaman DO dan masih banyak lagi. Tapi apakah IPK tinggi dapat menjamin masa depan kita cerah?  
Tentu saja tidak, karena IPK tinggi tidak menjamin seorang mahasiswa memiliki kecerdasan atau intelektual yang tinggi serta pemahaman terhadap materi perkuliahan yang ditempuh. Banyak mahasiswa yang bangga memiliki IPK tinggi padahal tidak semua mahasiswa memiliki IPK tinggi karena kemampuaanya dalam menguasai materi perkuliahan. Ada yang mendapatkan IPK tinggi karena benar-benar-benar belajar, namun tidak setidikit yang mendapatkan IPK tinggi karena berbuat curang seperti mencontek, atau bahkan karena dosen yang tidak pelit member nilai. IPK tinggi bukan satu-satunya hal yang harus dikejar, namun ilmu itu sendirilah yang harus kita kejar. Bingung kan dengan pernyataan itu. Artinya, seorang mahasiswa tidak hanya dituntut untuk pintar dalam teori saja dengan dibuktikan dengan IPK tinggi, namun harus pintar juga dalam mempraktekkannya dalam kehidupan kita. Ilmu yang kita dapat di bangku perkuliahan tidak hanya berujung pada IPK yang tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan tetapi dapat bermanfaat untuk masyarakat di sekitar kita. Belajar memang penting, namun pengalaman organisasi dibangku perkuliahan juga penting untuk melatih mental serta melatih kemampuan softskill kita, karena di Zaman modern sekarang ini, IPK tidak dapat menjamin masa depan anda secerah IPK anda. Karena Perusahaan-perusahaan sekarang tidak menjadikan IPK sebagai patokan paling tinggi untuk menerima pegawai, tetapi pengalaman berorganisasilah yang diutamakan.
Jadi teman-teman tidak usah khawatir atau berkecil hati jika IPK kalian tidak tinggi alias “cumlaude”. Jangan belajar karena ingin memiliki IPK tinggi atau terobsesi untuk memiliki IPK tinggi karena hal itu bisa merusak mental kita nantinya. Jika sudah terobsesi, kita akan menggunakan segala cara untuk mendapatkannya, entah dengan cara yang lurus maupun dengan berbuat curang. Jangan takut tidak akan mendapatkan pekerjaan yang layak karena tidak memiliki IPK tinggi. Mengapa demikian?
Banyak mahasiswa yang beranggapan bahwa IPK dapat menggambarkan masa depan seorang mahasiswa, yang memiliki IPK tinggi dianggap akan mudah mendapatkan pekerjaan yang layak sedangkan yang tidak memiliki IPK tinggi dipandang sebelah mata dan dianggap sulit mendapatkan pekerjaan. Padahal pada kenyataannya banyak Sarjana yang memiliki IPK tinggi tetapi masih nganggur dan belum memiliki pekerjaan, karena semasa kuliah yang mereka kejar adalah adalah teori-teori ilmu saja, bukan prakteknya, sehingga pada saat tes masuk kerja ilmu mereka tidak berguna, yang berlaku adalah prakteknya. Ilmu itu tidak hanya dipelajari tetapi juga dikembangkan dan dituangkan.
Teman-teman Mahasiswa tidak usah berkecil hati jika memiliki IPK kecil atau tidak “Cumlaude”. Bukalah hati dan pikiran kita, jangan berhenti pada IPK. IPK tinggi memang penting, tapi tidak menjamin kita untuk Memiliki masa depan yang cerah. Kemamuan Softskill serta kerja keras serta komitmen itu lebih penting untuk dunia kerja.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar