Sabtu, 20 Juli 2013

Bagaimana Cara Mengukur Kesetiaan Seorang Laki-laki?


Setiap Wanita pasti berkeinginan memiliki pasangan seorang Pria yang tak hanya tampan dan cerdas tetapi juga setia. Namun zaman sekarang sangat susah mencari seorang pria yang setia, padahal bagi seorang wanita kesetiaan itu jauh lebih penting dari pada materi atau pun tampang. Apa gunanya punya pasangan yang tampan dan kaya raya tetapi tidak setia? Adakah cara untuk mengukur atau menilai laki-laki itu setia atau tidak?
Bagaimana cirri-ciri laki-laki setia menurut anda wahai para wanita?
Pendiam? Rajin Beribadah? Tidak Merokok? Dekat dengan Keluarga?
Mari Kita nahas satu-satu…
1.     Laki-Laki Pendiam
Banyak wanita yang beranggapan bahwa laki-laki pendiam itu adalah laki-laki  setia. Karena tidak banyak bicara mereka pikir laki-laki itu tidak mudah bersosialisasi dan cenderung tidak banyak disukai wanita. Bahkan banyak wanita yang merasa “aman” jika mempunyai pasangan yang pendiam.
Tapi ingatlahh ladies, pendiam di dunia nyata belum tentu pendiam di dunia maya. Jaman sekarang banyak banget cowok yang kelihatannya pendiam di dunia nyata, tetapi bergerilya di dunia maya mendekati banyak wanita… enta itu via bbm, whatsapp, line, wechat, twitter, fb.. dll, secara diam-diam.
Jadi berhati-hatilah wahai para kaum hawa. Diam itu Emas, tapi diam-diam itu menghanyutkan.
2.     Rajin Beribadah
Cowok yang rajin beribadahh, bisa menjaga imannya… tapi belum bisa menjaga hatinyaa… *tsaahhh…
3.     Tidak Merokok
Gak ada hubungannya cowok ngerokok sama cowok gak setiaa yaa… jadi yg ini abaikan sajahh :/
4.     Dekat dengan Keluarga
Dekat dengan keluarga, dengan dekat ibu.. seharusnya bisa menghargai wanita seperti dia menghargai ibunyaa…
Tapi ingat… kita bukan ibuknya ! jd yaa gak jamin kalo kita bakal dihargain…

Pada intinya adalah tidak ada patokan khusus untuk mengukur  sebuah kesetiaan. Laki-laki akan setia jika kita sebagai wanita mampu memberinya sebuah kenyamanan seperti saat dia dipeluk ibunya.. member kebahagiaan seperti dosen yang memberikan dia nilai A.. memberikan Kepercayaan seperti Kita percaya akan Tuhan.. member Kesetiaan seperti Aku yang setia menantimu.. J
Kesetiaan laki-laki bukan dari sifat atau perilakunya, tapi dari bagaimana cara kita wanita untuk membuatnya setia J

Seberapa Pentingkah IPK tinggi bagi Masa Depan Masasiswa?

Seberapa Pentingkah IPK tinggi bagi Masa Depan Mahasiwa?


Satu semester telah berlalu, tibalah mahasiswa untuk menempuh semester baru. Hasil jerih payah belajar mahasiswa selama satu semester diukur dengan IP dan IPK. Tidak sedikit mahasiswa yang beranggapa bahwa IP atau IPK tinggi itu penting bagi mereka, bahkan mereka terkadang menggunakan segala cara untuk mendapatkan IP atau IPK yang tinggi. Menurut mereka IP atau IPK tinggi itu dapat menentukan masa depan mereka nantinya.  Banyak sekali pertanyaan ketika kita berbicara tentang IP atau IPK, sebenarnya Seberapa Pentingkah IP ata IPK bagi Masa Depan Mahasiswa??
Dari pertanyaan tadi akan muncul banyak pertanyaan. Seberapa besar manfaat IPK tinggi bagi Mahasiswa? Apakah IPK tinggi itu penting bagi Mahasiswa? Apakah Tugas Mahasiswa hanya mengejar IPK?  Apakah IPK tinggi dapat menjamin masa depan mahasiswa? Apakah perusahaan mematok IPK tinggi sebagai syarat masuk diperusahaanya? Ada banyak manfaat ketika kita memiliki  IPK tinggi alias “cumlaude”. Diantaranya adalah bisa mendapatkan beasiswa entah dari Fakultas ataupun dari luar, membanggakan orangtua, terbebas dari ancaman DO dan masih banyak lagi. Tapi apakah IPK tinggi dapat menjamin masa depan kita cerah?  
Tentu saja tidak, karena IPK tinggi tidak menjamin seorang mahasiswa memiliki kecerdasan atau intelektual yang tinggi serta pemahaman terhadap materi perkuliahan yang ditempuh. Banyak mahasiswa yang bangga memiliki IPK tinggi padahal tidak semua mahasiswa memiliki IPK tinggi karena kemampuaanya dalam menguasai materi perkuliahan. Ada yang mendapatkan IPK tinggi karena benar-benar-benar belajar, namun tidak setidikit yang mendapatkan IPK tinggi karena berbuat curang seperti mencontek, atau bahkan karena dosen yang tidak pelit member nilai. IPK tinggi bukan satu-satunya hal yang harus dikejar, namun ilmu itu sendirilah yang harus kita kejar. Bingung kan dengan pernyataan itu. Artinya, seorang mahasiswa tidak hanya dituntut untuk pintar dalam teori saja dengan dibuktikan dengan IPK tinggi, namun harus pintar juga dalam mempraktekkannya dalam kehidupan kita. Ilmu yang kita dapat di bangku perkuliahan tidak hanya berujung pada IPK yang tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan tetapi dapat bermanfaat untuk masyarakat di sekitar kita. Belajar memang penting, namun pengalaman organisasi dibangku perkuliahan juga penting untuk melatih mental serta melatih kemampuan softskill kita, karena di Zaman modern sekarang ini, IPK tidak dapat menjamin masa depan anda secerah IPK anda. Karena Perusahaan-perusahaan sekarang tidak menjadikan IPK sebagai patokan paling tinggi untuk menerima pegawai, tetapi pengalaman berorganisasilah yang diutamakan.
Jadi teman-teman tidak usah khawatir atau berkecil hati jika IPK kalian tidak tinggi alias “cumlaude”. Jangan belajar karena ingin memiliki IPK tinggi atau terobsesi untuk memiliki IPK tinggi karena hal itu bisa merusak mental kita nantinya. Jika sudah terobsesi, kita akan menggunakan segala cara untuk mendapatkannya, entah dengan cara yang lurus maupun dengan berbuat curang. Jangan takut tidak akan mendapatkan pekerjaan yang layak karena tidak memiliki IPK tinggi. Mengapa demikian?
Banyak mahasiswa yang beranggapan bahwa IPK dapat menggambarkan masa depan seorang mahasiswa, yang memiliki IPK tinggi dianggap akan mudah mendapatkan pekerjaan yang layak sedangkan yang tidak memiliki IPK tinggi dipandang sebelah mata dan dianggap sulit mendapatkan pekerjaan. Padahal pada kenyataannya banyak Sarjana yang memiliki IPK tinggi tetapi masih nganggur dan belum memiliki pekerjaan, karena semasa kuliah yang mereka kejar adalah adalah teori-teori ilmu saja, bukan prakteknya, sehingga pada saat tes masuk kerja ilmu mereka tidak berguna, yang berlaku adalah prakteknya. Ilmu itu tidak hanya dipelajari tetapi juga dikembangkan dan dituangkan.
Teman-teman Mahasiswa tidak usah berkecil hati jika memiliki IPK kecil atau tidak “Cumlaude”. Bukalah hati dan pikiran kita, jangan berhenti pada IPK. IPK tinggi memang penting, tapi tidak menjamin kita untuk Memiliki masa depan yang cerah. Kemamuan Softskill serta kerja keras serta komitmen itu lebih penting untuk dunia kerja.